Sabtu, 14 Januari 2023

Na Lokatę Roczną Oprocentowaną 3 Wpłacono 500 Zł


Na Lokatę Roczną Oprocentowaną 3 Wpłacono 500 Zł

19 99 zł berapa rupiah​

Daftar Isi

1. 19 99 zł berapa rupiah​


Jawab:

1 US$ = 13.778 Rupiah

US$ 19.99 = 13.778 x 19.99 = 275.422 rupiah

maaf kalo salah :)

Penjelasan dengan langkah-langkah:

Jawaban:

275.422 maaf kalo salah


2. Berapa gram NaOH terdapat dalam 500 ml NaOH 0,2M? (Ar Na=23)


Jawaban:

mol = M x Volume (liter)

= 0,2 x 0,5

= 0,1

Mr NaOH = Ar Na + Ar O + Ar H

= 23 + 16 + 1

= 40

Massa NaOH = mol x Mr NaOH

= 0,1 x 40

= 4 gram


3. hitunglah molaritas dari 4 gram Na OH yang ditentukan dalam 500 ml air


M = (gram/Mr) x (1000/Volume)
M = (4/40) x (1000/500) = 0.1 x 2 = 0.2 Molar

SEMOGA MEMBANTU :)

4. tentukan ph 0,2 gr naoh yang volumenya 500 ml na = 23, o = 16, h = 1


Diketahui :
m NaOH = 0,2 gram
V larutan = 500 ml = 0,5 L
Ar H = 1 , O = 16 , Na = 23

Ditanya : pH larutan ?

Jawab :

n(mol) NaOH :
= m / Mr (NaOH)
= 0,2 gram / 40 gram/mol
= 0,005 mol

Molaritas NaOH :
= n / V
= 0,005 mol / 0,5 L
= 0,01 mol/L
= 10-² M

[OH-] :
= b . M
= 1 . 10-² M
= 10-² M

pOH :
= - log [OH-]
= - log 10-²
= 2

pH :
= 14 - pOH
= 14 - 2
= 12

5. hitunglah massa NaOh (Ar Na-23 c1 =35.5) dalam 500 ml air


Semoga dapat membantu ya Semoga dapat membantu ya

6. sejumlah logam Na bereaksi dengan 500 ml air sehingga menghasilkan NaOH dan H2. Jika semua logam Na habis bereaksi berapa volume gas yang dihasilkan dlm keadaan stp


Na + H2O -> NaOH + 1/2H2

mncri mol air
mol=500 g / 18 g/mol
= 27.78mol

mol H2 = 1/2 mol air
=1/2* 27.78
=13.89

V=Vm × mol
=22,4 L/ mol × 13,89 mol
= 311.11L

7. Hitunglah molar dari senyawa berikut 8 gram Na OH dalam 500 ml air​


Jawaban:

0,4 M

Penjelasan:

Ar Na = 23, H = 1, O = 16

Mr NaOH = 40

M = ( massa / Mr ) x ( 1000 / Volume )

=> ( 8 / 40 ) x ( 1000 / 500 )

=> 0,4 M


8. Sejumlah logal Na bereaksi dengan 500 ml air sehingga dihasilkan NaOH dan H2.jika semua lofam Na habis bereaksi dan dihasilkan larutan dengan ph 13, maka volume gas h2 yang dihasilkan pada keadaan STP adalah


logam natrium direaksikan sempurna dengan 500 ml air sesuai persamaan berikut:

2Na + 2H2O ⇒ 2NaOH + H2

Jika terbentuk larutan dengan pH 13 maka molaritas NaOH adalah:

pOH = 14 - pH = 14 - 13 = 1

pOH = - log [OH-]

1 = - log [OH-]

[OH-] = 0.1

[OH-] = M x b

0.1 = M x 1

M = 0.1

maka jumlah mol NaOH yang terbentuk adalah:

n = M x V = 0.1 x 0.5 = 0.05 mol

Karena NaOH : H2 = 2 : 1 maka jumlah gas H2 yang terbentuk (STP) adalah:

n = 1/2 x 0.05 = 0.025 mol

V H2 = n x Va = 0.025 x 22.4 = 0.56 liter = 560 ml

Pembahasan

Stoikiometri merupakan perhitungan kimia sebagai hubungan kuantitatif dengan suatu reaksi kimia. Sebelum mempelajari tentang reaksi kimia, kita hatus memahami dasar-dasar perhitungan kimia. Setiap unsur atau senyawa kimia memiliki kadar yang dinyatakan dalam mol (n). Mol dapat dihitung dalam keadaan standar (STP) yakni pada temperatur 0 C dan tekanan sebesar 1 atm.

Setiap senyawa yang terlibat dalam suatu reaksi kimia dinyatakan dengan rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris adalah rumus kimia dari suatu senyawa sesuai dengan jumlah atom masing-masing penyusunnya. Sedangkan bentuk penyederhanaan (bentuk dasar) suatu rumus kimia disebut sebagai rumus molekul. misalnya senyawa etana memiliki rumus empiris C2H6 dan rumus molekul CnH2n+2.

Dalam suatu reaksi kimia jika jumlah massa dari senyawa-senyawa reaktan tidak sama dengan jumlah produk yang terentuk maka akan menyisakan zat sisa. Sedangkan fraksi senyawa yang lain akan habis duluan. Fraksi senyawa habis secara keseluruhan dalam reaksi disebut sebagai pereaksi pembatas. Misalnya pada pembentukan Na2SO4 dari 2 mol NaOH dan 2 mol H2SO4 berikut

              2NaOH +  H2SO4 ⇒ Na2SO4 + 2H2O

Mula    :    2 mol       2 mol          -               -

Reaksi :    2 mol       1 mol          1 mol       1 mol

Akhir   :       -            1 mol           1 mol       1 mol

Dalam keadaan setimbang terbentuk 1 mol Na2SO4 dan 1 mol H2O serta zat pereaktan sisa yaitu H2SO4 sebanyak 1 mol. Seangkan NaOH berperan sebagai pereaksi pembatas karena terkonsumsi habis setelah reaksi mencapai keadaan setimbang.

Prinsip pereaksi pembatas ini didasarkan pada hukum perbandingan tetap. Hukum ini menyatakan bahwa perbandingan massa dan volume suatu unsur-unsur pembentuk senyawa sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap.

Stoikiometri reaksi didasarkan pada beberapa hukum dasar kimia, yaitu:

Hukum Kekekalan massa "Lavoiser" menyatakan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi kimia berlangsung adalah tetap, tidak ada penambahan atau pengurangan massa.Hukum perbandingan tetap "Proust" menyatakan bahwa perbandingan massa atom-atom dalam senyawa adalah tetap.Hukum perbandingan berganda "Dalton" menyatakan bahwa jika beberapa unsur membentuk beberapa macam persenyawaan maka perbandingan massa antara unsur yang satu dengan yang lainnya memiliki ketentuan tertentu.Hukum perbandingan Volume "Gay Lussac" menyatakan bahwa perbandingan reaksi dalam sistem gas adalah tertentu jika dilakukan pada temperatur dan tekanan tetap.Hukum "Avogadro" menyatakan bahwa gas-gas memiliki volume sama maka memiliki jumlah mol sama jika diukur pada keadaan yang sama.Hukum Boyle "Gay Lussa" menyatakan bahwa untuk gas dengan massa tertentu, maka hasil kali antara volume dan tekanan dibagi suhu adalah tetap"

Hukum-hukum dasar kimia ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Berikut ini adalah contoh keterkaitan hukum Avogadro dan konsep mol

N2 + 3H2 ⇒ 2NH3

Jika terdapat 1 liter gas Nitrogen (N2) dan 3 liter gas hidrogen (H2) maka jumlah volume reaktan ini bersesuaian dengan rasio mol dalam reaksi yaitu N2 : H2 = 1 : 3. Maka berdasarkan kesesuaian hukum avogadro dan konsep mol maka akan dapat diramalkan bahwa terbentuk 2 mol gas amonia (NH3) atau 2 liter gas amonia (NH3).

Pelajari Lebih lanjutPereaksi pembatas di link brainly.co.id/tugas/2569420Hukum Proust di link brainly.co.id/tugas/14956920Kesetimbangan kimia di link brainly.co.id/tugas/9479317Detail Tambahan

Kelas : X SMA

Mapel : Kimia

Materi : Stikiometri

Kode : 10.7.9

Kata Kunci : Hukum Proust, Stoikiometri, Pereaksi pembatas


9. Seorang labora kimia berencana membuat larutan Na Cl 0,3 M sebanyak 500 ml. Berapakah gr kristal NaCl yang dibutuhkan


gram NaCl yang ditimbang = 4,2 gram500:4=120×2=240
maaf kalo salah

10. 11,7 gram Nacl kedalam 500 gram air berapakah larutan air tersebut (Ar Na -23,cl=35,5)


Jawab :

konsentrasi dari 11,7 gram NaCl dalam 500 gram air adalah 0,1 mol/kg.

Pembahasan :

Larutan adalah campuran homogen dari dua zat - zat terlarut dan zat pelarut untuk melarutkannya. Konsentrasi adalah pengukuran jumlah zat terlarut yang larut dalam zat pelarut. Ada banyak alasan untuk menghitung konsentrasi suatu larutan, walaupun demikian, dasar perhitungan kimia yang digunakan sama saja, baik saat Anda menguji tingkat klorin di bak air panas atau melakukan analisis penting pada sampel darah.

Konsentrasi larutan menyatakan banyaknya zat terlarut yang bercampur dengan zat pelarut.  Semakin pekat suatu larutan atau konsentrasi larutan semakin besar maka semakin banyak zat terlarut yang ditambahkan ke dalam pelarut.

menghitung konsentrasi larutan dapat dilakukan dengan beberapa cara :

1. Mol (n)

Simbol satuan mol yaitu n. Mol adalah massa (gram) suatu zat dibagi dengan massa molekul relatif / berat molekul suatu zat. Rumus :

mol = [tex]\frac{massa}{Mr}[/tex]


2. Molalitas Larutan (m)

Molalitas adalah besaran yang menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap satuan berat pelarut. Satuan molalitas adalah molal (m) yang sama dengan mol/kilogram. Jika n mol senyawa dilarutkan dalam P kilogram pelarut, maka rumus molalitas larutan adalah sebagai berikut :

m = [tex]\frac{g}{Mr}[/tex] × [tex]\frac{1000}{p}[/tex]


Keterangan : m = molalitas (mol/kg)

                      Mr = Massa molekul realtif (g/mol)

                      p = massa pelarut (g)

                      g = massa zat terlarut (g)


3. Normalitas Larutan (N)

Normalitas adalah besaran yang menyatakan jumlah mol ekivalen zat terlarut dalam tiap satuan volume larutan. Satuan normalitas adalah normal (N) yang sama dengan mol ekivalen/liter. Rumus normalitas larutan adalah sebagai berikut :

N = [tex]\frac{n}{V}[/tex] × ekivalen

Ket : N = normalitas

        n = mol

        e = ekivalen

        V = volume (Liter)

Untuk asam, 1 mol ekivalen sebanding dengan 1 mol ion H⁺

Untuk basa, 1 mol ekivalen sebanding dengan 1 mol ion OH⁻


4. Molaritas Larutan (M)

Molaritas adalah satuan yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1 liter (1000 ml) larutan. Jadi, seperti yang sudah saya beritahukan diatas, bahwa molalitas dalam 1000 gram pelarut, maka molaritas itu dalam 1000 ml larutan.

Simbol dari Molaritas adalah M atau dalam bentuk simbolnya yaitu mol/L. Dari simbol atau satuan molaritas tersebut kalian bisa tahu bahwa Molaritas itu menyatakan jumlah mol zat yang terdapat dalam suatu pelarut atau banyak pelarut.

Rumus :

M = [tex]\frac{n}{V}[/tex]

Ket : M = molaritas (mol/L)

        n = molal (mol)

        V = Volume (Liter)


5. Molaritas Untuk Massa dalam Persen

Rumus lain yang kalian bisa gunakan untuk mencari molaritas suatu larutan bila yang kalian tahu bukanlah massa zat terlarut berbentuk larutan juga maka kalian bisa gunakan rumus molaritas dibawah ini, yaitu sebagai berikut :

M = [tex]\frac{kerapatan × % massa × 10}{Mr}[/tex]


Penyelesaian soal :

diketahui : massa Natrium klorida (NaCl) = 11,7 gram

                 massa pelarut = 500 gram

                 Ar Na = 23

                 Ar Cl = 35,5

ditanya : molalitas (m) ?

jawab :

langkah pertama hitung dahulu massa molekul relatif (Mr) Ca(OH)₂, yaitu sebagai berikut :

Mr NaCl = (Ar Na + Ar Cl) g/mol

              =  (23 + 35,5) g/mol

              =  58,5 g/mol

kemudian selanjutnya hitung molalitas (m) menggunakan rumus berikut :

m = [tex]\frac{g}{Mr}[/tex] × [tex]\frac{1000}{p}[/tex]

   = [tex]\frac{11,7 g}{58,5 g/mol}[/tex] × [tex]\frac{1000}{500 g}[/tex]

   =  [tex]\frac{0,2 mol}{2 kg}[/tex]

   = 0,1 mol/kg

∴ kesimpulan konsentrasi dari 11,7 gram NaCl dalam 500 gram air adalah sebesar 0,1 mol/kg.


Pelajari Lebih Lanjut :

materi tentang molalitas https://brainly.co.id/tugas/20999199

materi tentang molalitas https://brainly.co.id/tugas/17676574

materi tentang contoh soal molalitas https://brainly.co.id/tugas/20316393

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Detail Jawaban :

Kelas : 10

Mapel : kimia

Bab : 9

Kode : 10.7.9

Kata Kunci : molalitas, konsentrasi, mol


11. Apakah sudah terjadi pengendapan atau belum,jika 500 mL larutan Pb(NO₃)₂ 10⁻⁴ M dicampurkan dengan 500 mL larutan Na₂sO₄ 10⁻⁴M.(Ksp Pbso₄=1,96x10⁻⁸)


Konsentrasi ion-ion setelah pencampuran:

[tex]\displaystyle [Pb^{2+}]=\frac{10^{-4}}{500+500}=10^{-5}~M\\\\{[SO_4^{2-}]=\frac{10^{-4}}{500+500}=10^{-5} ~M[/tex]

[tex]Q_{sp}=[Pb^{2+}][SO_4^{2-}]=10^{-5}\times10^{-5}=10^{-10}[/tex]

karena Qsp < Ksp maka belum terjadi endapan

12. Berapa gram NaCl yang harus dilarutkan dalam 500 mL air untuk mendapatkan larutan Na + 1000 ppm?


aku pakein fk karena yang diketahui ppm dari Na+, jadi untuk menghitung berapa banyak NaCl yang harus dilarutkan maka pake rumus diatas

13. Hitung masa dari 500 ml NaCl 0,2 M (Ar Na: 23 cl: 35,5 )


M = N/V
N = M*V
m = mr (M*V)
= 58,5 (0,2*(0,5))=58,5*(0,1)=5,85gr

14. Hitunglah berapa gaya (F) yang diperlukan untuk menaikkan peti seberat 500 NPakai cara na kak! ​


Untuk mencari nilai gaya yang diperlukan pada sistem bidang miring, kita perlu mencari nilai Keuntungan Mekanis dari sistem tsb.

KM = s/h

KM = Keuntungan Mekanis

s= jarak benda ke puncak bidang miring (m)

h = ketinggian bidang miring (m)

masukkan nilai yang telah diketahui ke persamaan diatas

KM = 10/2

KM = 5

Lalu, untuk mencari nilai F,kita gunakan persamaan berikut

F = w/KM

F=Gaya(N)

w=Beratbenda(N)

KM=KeuntunganMekanis

masukkan nilai yang telah diketahui ke persamaan diatas

F = 500/5

F = 100N

Gaya yang diperlukan adalah sebesar 100Newton

dan Keuntungan Mekanis adalah sebesar 5

Jadikan Jawaban Tercerdas Ya!


15. Tentukan molaritas dari 2 gr senyawa NaCl yang dilarutkan dengan 500 ml aquades!(Ar Na = 23, CI = 35)​


Mr NaCl = 58,5

M = gram/Mr × 1000/V

= 2/58,5 × 1000/500

= 0,034 × 2

= 0,068 = 0,07 M

semoga bisa membantu


16. Buatlah konfigurasi electron dari atom1.Li(NA=3)2.F(NA=9)3.Ne(NA=10)4. Mg(NA-12)S.K(NA-19)tolong bantu..


1, 23 x z y dengan cara yang paling banyak


17. 1- kiper kalimah na ? 2- striker kalimah na ? 3- goal kalimah na ? 4- voli kalimah na ? 5- senam kalimah na ? 6- lapang kalimah na ? 7- catur kalimah na ?


Jawaban:

Liat mbah gulu gulu aja (google)


18. Harga Ka dari campuran 500 mL Na asetat 0.1 M dan 500 mL asam asetat 0.1 M yang mempunyai pH = 5 sebesar...


pH = 5 => [H+] = 10⁻⁵
mol garam = 0,5 x 0,1 = 0,05 mol
mol asam = 0,5 x 0,1 = 0,05 mol

[H+] = ka x mol asam/mol garam
10⁻⁵ = ka x 0,05/0,05
ka = 10⁻⁵

19. Berapa gram na (oh) (mr=40)²yg diperlukan dalam 500 ml air agar di dapatkan ph =12


dik: pH: 12
Mr : 40
v : 500
dit: gr:...?
pH :12
pOH :14-12 = 2
maka.
pOH : - log [OH]
2= -log[OH]
-2= log[OH]
[OH] = 10^-2
[OH] = 0.02 M

jadi.
M = gr×1000 / mr×v
0.02 = gr×1000/40×500
gr= 0.02×20
gr = 0.4 gram
semoga membantu ya.... :-)

20. harga ka campuran 500 ml na asetat 0,1 m dan 500 ml asam asetat 0,1 m yang mempunyai ph 5 sebesar


mhs 1000x590 0.6!6 hdnsujenxhxbdjdmol Na asetat = 0,5 x 0,1 = 0,05 mol
mol asam asetat = 0,5 x 0,1 = 0,05 mol
pH = 5
pH = - log [H+]
5 = - log [H+]
[H+] = 10⁻⁵

[H+] = Ka x mol asam/mol garam
10⁻⁵ = ka x 0,05/0,05
Ka = 10⁻⁵

Video Update


Tidak ada komentar:

Posting Komentar